Rabu, 28 Desember 2011

Kegunaan Power Point


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang masalah

Perkembangan Teknologi Informasi telah berdampak luas dalam berbagai bidang kehidupan. Bidang politik, sosial dan budaya, pendidikan, ekonomi dan bisnis yang telah mengaplikasikan teknologi informasi dalam segala urusan. Perkembangan teknologi informasi mempermudah proses manejemen di sekolah, para siswa terbantu dalam mengakses informasi baru dari sekolah seperti pendaftaran calon siswa baru, melihat nilai dan perkembangan mutakhir lainnya.
Bagi guru-guru dan karyawan tentu Teknologi Informasi akan mempermudah segala urusan pembelajaran di sekolah, disamping untuk memperkaya bahan ajar. Bagi konselor akan sangat menunjang dalam pemberian layanan Bimbingan dan Konseling.
Walaupun sebelum teknologi ini muncul, seorang konselor sekolah sudah dapat menyelenggarakan kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah, tetapi kecendrungan yang terjadi sekarang adalah penguasaan kompetensi ini oleh seorang konselor sekolah Bagi guru-guru dan karyawan tentu Teknologi Informasi akan mempermudah segala urusan pembelajaran di sekolah, disamping untuk memperkaya bahan ajar. Bagi konselor akan sangat menunjang dalam pemberian layanan Bimbingan dan Konseling.
Sebenarnya pada Standar Kompetensi Konselor Indonesia telah mengamanatkan kepada para konselor untuk menguasai teknologi informasi untuk kepentingan pemberian layanan Bimbingan dan Konsellingdi sekolah. Identifikasi layanan Bimbingan dan Konsellingyang dapat dilakukan dengan teknologi informasi juga sudah dilakukan. Menurut Handarini (2006), menyatakan bahwa teknologi dan internet dapat diterapkan dalam layanan bimbingan konseling, yaitu : 1) layanan appraisal, 2) layanan informasi, 3) layanan Konseling, 4) layanan konsultasi, 5) layanan perencanaan, penempatan dan tindak lanjut dan 6) layanan evaluasi.
Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan media, termasuk teknologi informasi dan komunikasi untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global.
Bimbingan dan Konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu (siswa), dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Layanan tersebut saat ini, pada saat jaman semakin berkembang, tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi yang ada. Tujuannya adalah tetap memberikan bimbingan dan konsling dengan cara-cara yang lebih menarik, interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.
B.     Tujuan dan Manfaat Pembahasan
Mengetahui apa yang dimaksud sistem teknologi informasi itu sendiri. Selain itu juga mengetahui apa sesungguhnya hakekat sistem informasi dalam BK dan mengetahui seberapa pentingnya sistem teknologi dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling.
C.    Metode Pembahasan
Dalam pembahasan kali ini kami mengambil referensi dari buku, artikel dan jurnal, serta kami melakukan diskusi kelompok. Dalam makalah ini akan dijelaskan pengertian yang mendasar dari sistem teknologi informasi dan secara bekelanjutan akan diikuti dengan pembahasan tentang hubungan sistem teknologi informasi dalam BK.








BAB II
PEMBAHASAN

A. Kegunaan Power Point dalam layanan konsultasi
Power point merupakan aplikasi yang menyusun naskah persentasi yang handal. Power point digunakan untuk menampilkan pertanyaan-pertanyaan yang akan di berikan kepada konseli atau klien, pertanyaan yang sesuai dengan maslah yang sedang dialami oleh klien. Mempermudah dalam layanan konseling karna hanya menampilkan slide yang sudah kita buat untuk diberikan kepada klien yang ada dalam computer. Dengan teknologi ini  mempermudah konselor untuk mengkonselingi kliennya, karena tidak memakan waktu yang lama.
Program software power point memberikan kesempatan bagi konselor untuk memberikan sentuhan-sentuhan seni dalam bahan layanan informasi. Melalui program ini, yang diyangkan tidak saja berupa tulisan-tulisan yang mungkin sangat membosankan,tetapi dapat juga ditampilkan gambar-gambar dan suara-suara yang menarik yang tersedia dalam program power point. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukan gambar-gambar diluar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai lebih optimal.Gambar-gambar yang disajikan melalui program power point tidak statis seperti yang terdapat pada Over Head Projector.

B. Kegunaan Film Dalam Layanan Konseling
Media lain yang dapat digunakan dalam proses bimbingan dan konseling dikelas antara lain adalah VCD/DVD player. Peralatan ini sering kali dipergunakan oleh konselor untuk menunjukan prilaku-prilaku tertentu. Prilaku-prilaku yang tampak pada tayangan tersebut dipergunakn konselor untuk merubah prilaku klien yang tidak diinginkan. Dalam proses pendidikan konselor pun menggunakan video medeling ini juga dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan dan prinsip konseling yang akan dekembangkan bagi calon konselor.
Sebelum VCD/DVD player ditayangkan, seorang konselor sebaiknya memberikan arahan terlebih dahulu kepada siswa tentang alasan ditayangkannya sebuah film. Hal ini sangat penting, sebab dengan memiliki gambaran dan tujuan film tersebut ditayangkan, maka siswa akan memilik kerangka berfikir yang sama. Setelah film selesai ditayangkan, maka konselor meminta siswa untuk memberikan tanggapan terhadap apa yang telah mereka lihat. Tangaapan-tanggapan ini pada akhirnya akan mempengaruhi bagaimana klien berfikir dan bersikap, yang kemudian diharapkan akan dapat merubah prilaku klien atau siswa. 

C. Kegunaan Poster Dalam Layanan Konseling
Kegunaan poster dalam layanan konseling agar konselor  dapat memberikan gambaran yang nyata dan dapat dilihat jelas oleh klien yang mengalami masalah. Poster pun dapa menjadi contoh untuk klien. Konselor mencari poster-poster yang yang menarik dan bisa jadi contoh yang baik untuk klien agar klien tidak salah mengartikan gambaran poster tersebut. Sebelumnya konselor harus menjelaskan gambaran poster yang akan ditampilkan untuk klien yang bermasalah bagaimana gambaran cerita yang dalam poster tersebut, konselor harus dituntut membuat cerita  menarik agar klien mau mendengarkan cerita yang disampaikan konselor.
Agar klienatau siswa tidak merasakan bosan konselor harus mencari poster yang menarik untuk dijadikan contoh seperti poster gambar narkoba, pergaulan bebas dan kekerasan itu akan menjadi tipik yang menarik bagi klien, tapi seorang konselor harus bisa membawakan suasana yang menyenangkan dan tidak membosankan untuk klien karna dengan demikian klien atau siswa pun memikirkan dampak positif dari kejadian yang dicerikan konselor.

C. Konseling Melalui Via Telepon
Konseling sekararang tidak harus tatap muka tetapi juga bisa lewat via telepon, karna ditengah kondisi ini pelayanan konseling melaui telepon menjadi alternative tebaik. Pelayanan ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Klien tidak perlu membuat janji, menunggu berhari-hari dan merasa takut rahasia kehidupan pribadinya diketahui oleh lingkungan tertentu. Klien pun dengan bebas dapat mengutarakan apa saja tampa perlu menyebutkan nama dan identitas pribadinya.
Konseling melaui teleponpun tidak meropotkan karna dimana saja dan kapan saja klien memiliki masalah, klien langsung bisa menelpon konselor tampa harus bertemu langsung dengan konselor. Konseling melalui telepon

D. Tata Cara Konseling Via Telepon
Beberapa tata cara konseling melalui telepon yaitu:
·         Gunakan bahasa yang sopan sesuai kondisi klien
·         Gunakan bahasa yang lembut dan bersahabat
·         Mengembangkan perasaan senang dan berfikir positif waktu menerima telepon
·         Memfokuskan pembicaraan guna mengefektifkan pengguna komunikasi
·         Menanggapi permasalahan yang dihadapi klien dengan tenang
·         Memberikan saran bila diperlukan
·         Merusaha agar tidak merasa konseling lewat telepon
·         Memberikan solusi yang baik kepada klien
·         Jika sudah merasa masalah yang dihadapi selesai akhiri pembicaraan dengan sopan  agar hubungan komunikasi tetap berjalan lancar

E. Penyelesaian Masalah Via Telepon
Konselor tidak dapat memastikan klien serius atau tidak karna informasi yang diterima dan diberitahukan sangat terbatas, komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi tidak bisa segera dilakukan sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman. Belum terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan masalah dengan teknik pendekatan ini akhirna akan kabur. Permasalahan yang dihadapi oleh klien beraneka ragam dalam emosi sehingga terkadang-kadang konselor mengabaikan segi-segi penting dalam proses konseling.


KESIMPULAN

Teknologi informasi dalam layanan bimbingan dan konseling memberikan kemudahan bagi seorang konselor untuk mengetahui informasi. Kemudahan teknologi juga sangat bermanfaat dalam bidang pendidikan. Bimbingan dan konseling sebagai salah satu aspek dalam pendidikan juga merasakan manfaat dari kemajuan teknologi informasi tersebut.
Aplikasi yang sangat nyata adalah proses layanan bimbingan dan konseling sudah tidak harus bertatap muka, melainkan bisa dengan menggunakan media informasi baik itu telepon maupun internet. Tetapi semua itu bukan tanpa masalah. Banyak sekali hambatan yang menjadi duri bagi kemajuan dunia bimbingan dan konseling. Salah satunya sumber daya manisianya yang belum bisa memanfaatkan dengan baik kemajuan teknologi informasi tersebut sehingga perlu sosialisasi kepada konselor maupun konseli agar kedua belah pihak bisa sama-sama memanfaatkan media teknologi infoemasi yang sudah maju.
Konselor sekolah tidak semuanya mengerti atau paham tentang penggunaan internet, padahal internet merupakan media yang sangat efektif dalam proses layanan bimbingan dan konseling. Untuk itu perlu adanya suatu sosialisai untuk meningkatkan kinerja konselor di sekolah dalam hal memanfaatkan kemajuan teknologi informasi agar nantinya bidang bimbingan dan konseling tidsak lagi menjadi bidang yang menjenuhkan dan membosankan bagi para klien.
Dengan kata lain, teknologi informasi tersebut tidak disalahgunakan untuk hal yang negatif. Jika konselor dan konseli sudah paham akan manfaat dan pentingnya teknologi informasi dalam menunjang proses layanan bimbingan dan konseling, maka kedepannya bimbingan dan konseling akan menjadi bidang pendidikan yang inovatif dan efesien berkat kemajuan teknologi informasi namun tetap tidak menghilangkan esensi dari layanan bimbingan dan konseling itu sendiri.



DAFTAR PUSTAKA

Setiawan, W. (2009). Pengantar Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: UPI PRESS.
Ari, D. (2008). Penerapan Media (Teknologi Informasi Komunikasi) Pada Bimbingan dan Konseling.
Oetomo, Budi Sutejo Dharma. (2002). E-education: Konsep, Teknologi dan Aplikasi Internet Pendidikan. Jogyakarta: Andi
Sadiawan, Arief. Dkk. (2002). Media Pendidikan: Pengertian. Pengembangan, dan Pemanfaatnya. Jakarta: Rajawali Press


 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar